Senin, 31 Desember 2012

Komunitas-Gizi Buruk & ISPA



BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang

Sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea IV bahwa tujuan Negara adalah :
“Melindungi segenap bangsa Indonesia seluruh dan tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsan dan ikut melaksanakan ketertiban dunia  yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Di samping itu dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Kabinet Gotong Royong Tahun 2001 tentang Kesehatan disebutkan bahwa :
“Pembangunan kesehatan diadakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia yang saling mendukung dengan peningkatan derajat kesehatan pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi  sejak pembuahan dalam kandungan sampai lanjut usia”.

Selanjutnya dalam SKN dinyatakan bahwa :
“Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi tiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional”.

Sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang sebagai instansi yang paling bertanggung jawab dibidang kesehatan memiliki visi dan misi dalam rangka mewujudkan pembangunan dibidang kesehatan di wilayah Kabupaten Subang. Visi tersebut dikenal dengan “SUBANG SEHAT 2008”. Sebagai langkah operasional visi tersebut diaktualisasikan dalam bentuk misi yang merupakan pernyataan untuk menetapkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Sedangkan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Subang adalah mempercepat penurunan angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas), memberikan pelayanan prima, mewujudkan lingkungan hidup sehat, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengupayakan pencegahan penyakit.
Sedangkan realitas di lapangan pembangunan kesehatan terkendala dengan tingkat kemiskinan penduduk sebagai akibat dari krisis moneter yang masih dirasakan, sehingga terkadang program yang telah ditentukan menghadapi hambatan. Salah satu dari hambatan tersebut adalah masalah asupan nutrisi masyarakat yang kurang dari kebutuhan, maka tidak heran terjadi berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan asupan nutrisi ini diantaranya busung lapar, gizi buruk, kekurangan gizi dan sebagainya. Hal ini berakibat kepada daya tahan tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan dari berbagai macam penyakit diantaranya diare, TBC, ISPA, Gastritis dan sebagainya. Begitupun di wilayah kerja Puskesmas Rawalele Kecamatan Kalijati kasus kekurangan gizi yang ditemukan pada saat penulis mengadakan observasi didapat data yang signifikan dari tahun ke tahun.
Adapun dari Bulan Januari sampai dengan Juli pada tahun 2007 seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini.

Tabel 1.1
DAFTAR PENDERITA KEKURANGAN GIZI DARI BULAN JANUARI S/D JULI DI WILAYAH KERJA
No
Bulan
JUMLAH KUNJUNGAN PENDERITA KEKURANGAN GIZI
JUMLAH PENDERITA KUNJUNGAN KEKURANGAN GIZI PADA ANAK
%
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Januari
Febuari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
2
2
1
0
0
2
0
2
1
0
0
0
1
0
50,0
25,0
0
0
0
25,0
0
Jumlah
7
4
100
Sumber : Catatan Medik Puskesmas Rawalele Kalijati, Tahun 2007
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa penderita kekurangan gizi di wilayah kerja Puskesmas Rawalele Kalijati, masih cukup tinggi terutama pada Bulan Januari sampai dengan Juli dari 7 orang yang terkena kasus kekurangan gizi tersebut banyak diderita oleh anak dengan jumlah 4 orang atau 57% sehingga diperlukan penanganan secara khusus.
Berdasarkan hal-hal diatas, Penulis merasa tertarik untuk melakukan pembinaan pada keluarga dan melaporkan hasilnya dalam bentuk Karya Tulis dengan judul : Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. E dengan Kekurangan Gizi Di Dusun 

B.           Tujuan
1.            Tujuan Umum
Untuk memperoleh gambaran nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada keluarga dengan kekurangan gizi melalui pengkajian secara komprehensif, baik bio-psiko-sosio dan spritual.
2.            Tujuaan Khusus
a.             Melakukan pengkajian pada keluarga dengan kekurangan gizi;
b.            Membuat diagnosa keperawatan berdasarkan masalah;
c.             Merencanakan tindakan keperawatan yang akan dilakukan dengan melibatkan keluarga;
d.            Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan; dan
e.             Melakukan evaluasi dan pendokumentasian.

C.          Metode Telaahan
Dalam Karya Tulis Ilmiah ini Penulis menggunakan metode deskriptif yang berbentuk studi kasus, Penulis mengumpulkan data atau informasi dengan cara :
1.            Wawancara; pembicaraan terarah yang diajukan kepada keluarga;
2.            Observasi; cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan, gejala-gejala yang tampak pada objek dan lingkungan tanpa dipengaruhi pendapat Penulis;
3.            Pemeriksaan fisik; memeriksa keadaan fisik keluarga dengan cara inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi; dan
4.            Studi Dokumentasi; dengan cara memeriksa catatan yang ada pada status keluarga yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.

D.          Sistematika Penulisan

Penulisan karya tulis terdiri dari IV Bab, yaitu :
Bab I  : Pendahuluan meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode telaahan, dan sistematika penulisan.
Bab II : Tinjauan Teoritis meliputi konsep dasar keluarga, konsep dasar kekurangan gizi dan ISPA serta konsep dasar keperawatan keluarga.
Bab III : Tinjauan Kasus dan Pembahasan, meliputi pengkajian, analisa data, perencanaan, implementasi dan evaluasi.
Bab IV : Kesimpulan dan Rekomendasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar