Selasa, 01 Januari 2013

Waham Curiga


BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang

Pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemajuan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
“Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Selanjutnya dalam pasal 5 dinyatakan bahwa : setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungan”. (Undang-Undang Kesehatan ri No. 23, Pasal 4 dan 5 Tahun 1992).

Namun pada kenyataannya untuk mencapai suatu kondisi tersebut di atas ternyata sangat sulit disebabkan karena manusia merupakan mahluk holistic yang terdiri dari aspek bio – psiko – sosial dan spiritual, dimana aspek tersebut terintegrasi dalam satu kesatuan yang utuh, sehingga apabila salah satu aspek terganggu akan mempengaruhi aspek yang yang lainnya. Seperti dengan adanya perubahan-perubahan sosial yang serba cepat sebagai konsekuensi, modernisasi, industrialisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempengaruhi nilai moral, etika dan gaya hidup. Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut. Yang pada gilirannya yang bersangkutan dapat jatuh sakit atau mengalami gangguan penyesuaian diri akibat berbagai macam stressor.
Reaksi seseorang terhadap berbagai stress yang dialaminya berbeda satu dengan yang lainnya. Tergantung mekanisme koping individu untuk menyelesaikan stress, apabila koping yang digunakan maladatif maka akan menyebabkan berbagai macam gangguan yang salah satunya adalah gangguan jiwa.
“Schizofrenia merupakan gangguan dasar pada kepribadian. Kadang-kadang mempunyai perasaan bahwa dirinya sering dikendalikan oleh kekuatan  dari  luar  dirinya, dan  disebut  dengan  gangguan    psikotik” (Arif Mansjoer, 1999 : 196).   

Perubahan isi pikir ; waham curiga merupakan salah satu gangguan psikiatri, dimana pada kasus ini klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Menurut data yang diperoleh dari catatan medik di Rumah Sakit Jiwa Pusat (RSJP) Cimahi klien yang dirawat diruang rawat inap didapatkan data sebagai berikut :
Tabel I
Jumlah Penderita Gangguan Jiwa Berdasarkan Diagnosa
Penyakit Yang Dirawat Di Ruang Inap Rumah Sakit Jiwa Cimahi Jawa Barat
Bulan Januari –  Maret 2007
No
Kode
Diagnosa
Jumlah
%
1.
F20.0
Schizofrenia  paranoid
88
40%
2.
F20.5
Schizofrenia  residual
57
25,90%
3.
F23
Gangguan psikosa akut sementara
27
12,27%
4.
F20.9
Schizofrenia YTT
14
6,36%
5.
F32
Gangguan episode depresi
9
4,09%
6.
F20.1
Schizofrenia  hebeprenik
9
4,09%
7.
F20.2
Schizofrenia  katatonik
7
3,18%
8.
F25
Gangguan schizoaffektif
5
2,27%
9.
F28
Psikosa tak khas
2
0,92%
10
F20. F73
Retardasi mental
2
0,92%
Total
220
100%

Sesuai data diatas ternyata bahwa Schizofrenia pararoid menempati urutan pertama dengan jumlah 88 orang atau sekitar 40% dari 220 klien dirawat di ruang rawat inap selama bulan Januari – Maret 2007 di Rumah Sakit Jiwa Cimahi Jawa Barat.
Schizofrenia  paranoid adalah jenis Schizofrenia yang gambaran klinisnya didominasi dengan waham yang relatif stabil. Biasanya pararoid disertai dengan halusinasi pendengaran dan gangguan persepsi (C. Townsend, terjemahan Novi Helena, 1998 : 144).
Gangguan Schizofrenia apabila tidak ditanggulangi dan tidak didapatkan perawatan yang tepat maka berdampak luas terhadap kebutuhan dasar manusia.
Memperhatikan fenomena di atas penulis merasa tertarik untuk mengambil kasus tersebut karena harus dapat perhatian dalam penatalaksanaan keperawatan yang sebaik-baiknya, meliputi aspek bio-psiko-sosio dan spiritual, sehingga hal ini menuntut perawat untuk memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan menggunakan proses keperawatan dan disesuaikan dengan kebutuhan klien serta melaporkannya dalam bentuk karya tulis yang berjudul  Asuhan Keperawatan Ny. S Dengan Perubahan Isi Pikir ; waham curiga Akibat Schizofrenia Paranoid Di Ruang Cendrawasih Rumah Sakit Jiwa Pusat Cimahi  Jawa Barat”.

B.           Tujuan Penulisan

1.            Tujuan Umum
Memperoleh gambaran secara nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan komprehensif meliputi aspek bio-psiko-sosial-spiritual dengan pendekatan proses keperawatan pada klien dengan perubahan isi pikir ; waham curiga akibat schizofrenia paranoid.
2.            Tujuan Khusus
a.             Mampu melakukan pengkajian pada klien dengan perubahan isi pikir ; waham curiga.
b.            Mampu menegakkan diagnosa keperawatan sesuai hasil pengkajian.
c.             Mampu membuat rencana tindakan keperawatan pada klien dengan perubahan isi pikir ; waham curiga.
d.            Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan perubahan isi pikir ; waham curiga.
e.             Mampu melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan pada klien dengan perubahan isi pikir ; waham curiga.

C.          Metode Telaahan

 Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis mempergunakan metode deskriptif yang berbentuk studi kasus yaitu suatu metode yang bertujuan pada pemecahan masalah yang terjadi pada saat sekarang untuk mengetahui keadaan sesuatu mengenai apa, bagaimana dan sejauhmana yang  bersifat menjelaskan dan menerangkan perisitiwa.
Sedangkan untuk pengumpulan data yang penulis pergunakan pada karya tulis ini adalah proses keperawatan yang dipergunakan dalam informasi data adalah sebagai berikut :
1.            Wawancara
yaitu pengumpulan data melalui komunikasi langsung pada klien, keluarga, perawat, dan petugas kesehatan lainnya.
2.            Observasi
yaitu pengumpulan data dengan melihat langsung kepada klien yang dikaji di ruangan untuk mendapatkan data, melengkapi data yang diperoleh dan memahami secara jelas perkembangan yang berhubungan dengan gejala-gejala perubahan isi pikir ; waham curiga.
3.            Studi dokumentasi
Yaitu suatu cara pengumpulan data dengan mempelajari dan mengumulkan data yang ada pada dokumen perawatan atau status klien, baik catatan perawat, dokter maupun petugas kesehatan lainnya.

4.            Studi Kepustakaan
Yaitu menggunakan berbagai sumber pustaka yang mempunyai relevansi dengan kondisi klien.
5.            Partisipasi Aktif
Yaitu penulis melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dalam praktek keperawatan.

D.          Sistematika Penulisan  

Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis membagi dalam 4 (empat) bab, yaitu sebagai berikut; Bab I pendahuluan, yang meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan baik secara umum maupun secara khusus, metode telaahan dan sistematika penulisan; Bab II tinjauan teoritis yang meliputi konsep dasar yang berisikan pengertian tanda dan gejala serta psikodinamika dan dampaknya terhadap kebutuhan dasar manusia serta pendekatan keperawatan dalam mengatasi gangguan yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi; Bab III tinjauan kasus dan pembahasan yang menerangkan laporan dari pelaksanaan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dan pembahasannya; Bab IV kesimpulan dan rekomendasi yang berisikan kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan dan rekomendasi yang operasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar